Jauhi Pola Asuh Anak Yang Buruk


Anak adalah anugerah yang diberikan Allah kepada sepasang suami istri. Bagaimanapun anak adalah titipan Allah yang mesti dijaga oleh setiap orang tua. Orang tua dituntut untuk mengasuh anak sebaik – baiknya. Membimbing dan menjaga anak supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pengasuhan orang tua, nyatanya dapat memberikan sedikit banyak pengaruh terhadap watak anak, oleh sebab itu orang tua harus menghindari pola asuh anak yang tidak baik.

Akan tetapi, tidak semua orang tua memahami pola asuh anak yang salah atau tidak baik. Rata – rata orang tua menganggap bahwa cara mengasuh mereka baik – baik saja, bahkan cenderung memang benar. orang tua juga biasanya mengasuh anak sebagaimana mereka dulu diasuh. Sehingga mereka cenderung melakukan pelampiasan kepada anak – anak mereka. Sebagian besar orang tua juga tidak memahami betul dampak buruk dari pengasuhan anak yang tidak baik.

Berikut ini adalah beberapa cara pola asuh anak yang buruk atau tidak baik, yaitu :

Mengekang
Mengekang atau posesif biasanya sering dilakukan orang tua dengan alasan khawatir kepada anaknya. Padahal hal semacam ini jika berlangsung lama dan dengan sikap yang berlebihan dapat membuat anak menjadi penakut, atau bahan bisa juga sang anak menjadi pembangkang kepada orang tuanya. Sehingga dapat menimbulkan perselisihan anak dan orang tua di masa mendatang.

Memanjakan
Memberikan kasih sayang yang lebih kepada anak memang wajib dilakukan oleh orang tua, akan tetapi terlalu memanjakan anak juga tidak boleh. Banyak sekali orang tua yang memanjakan anaknya terlalu berlebihan, terutama ketika anaknya masih kecil. Padahal hal semacam ini juga kurang baik pada pembentukan watak anak. anak akan cenderung malas dan tidak mandiri. Anak akan berjiwa rapuh jika sewaktu – waktu mendapatkan penolakan. Sebaiknya manjakan anak sewajarnya saja. Karena ada masanya kita untuk memberikan sikap tegas kepada anak.

Bertindak keras
Melakukan kekerasan kepada anak juga sangat tidak diperbolehkan. Jangan sekali – kali orang tua memberikan pengasuhan yang keras seperti dalam bentuk kekerasan fisik atau kekerasan lisan. Sebab dikhawatirkan sang anak akan menderita traumatic yang berbahaya di masa depannya.
Share on Google Plus

About Windi Ariska

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.