Abadikan Foto-Foto Kenanganmu di Photobook

Manusia adalah makhluk ekspresi yang senantiasa membutuhkan ruang untuk mengekspresikan dirinya melalui sebuah tindakan atau aktivitas. Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam menjalankan semua aktivitasnya, manusia pun berekspresi dengan caranya sendiri. Hal ini tercermin dari sikap dan perilakunya baik secara individu maupun sosial yang selalu menginginkan eksistensi dirinya di mana pun berada. Ingin mendapatkan pengakuan, pujian, sapaan, respon, tanggapan adalah sifat-sifat yang melekat sejak lahir pada diri manusia. Oleh karena itu, seiring dengan dinamika budaya di masyarakat, masyarakat pun berekspresi melalui beberapa hal yang dianggapnya benar menurutnya dan dapat diterima secara sosial. Salah satu contoh yang menandakan manusia ini sebagai makhluk yang senantiasa berekspresi dan membutuhkan pengakuan adalah aktivitas berfoto baik foto sendiri atau foto bersama orang-orang di sekelilingnya.


Aktivitas berfoto ini merupakan produk kebudayaan yang terus berkembang dari masa ke masa seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari sejak dulu ketika alat dokumentasi berupa kamera tradisional ditemukan, budaya berfoto pun terus bertransformasi mengiringi kehidupan manusia. Apalagi dekade ini, ketika piranti berfoto canggih berbasis digital ini telah ditemukan, aktivitas berfoto pun relatif sangat mudah untuk dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dahulu, biasanya orang berfoto pada momen-momen pesta seperti pernikahan, ulang tahun, syukuran khitanan, syukuran tujuh bulanan, syukuran aqikah, momen kelulusan, momen menerima penghargaan dll. Tetapi, sekarang tidak hanya dalam momen tersebut, berbagai momen yang dianggapnya unik dan menarik untuk menjadi bahan pembicaraan pasti diambil fotonya. Namun, sayangnya tren berfoto setiap momen ini jarang berakhir pada pencetakan foto tersebut, melainkan hanya disimpan begitu saja terkesan tidak ada tujuan untuk mengalihkan file-file foto tersebut dalam bentuk cetaknya.

Oleh karena itu, agar foto-foto tersebut semakin bermakna, alangkah baiknya foto-foto yang diambil itu dicetak kemudian ditata dengan rapi dan dimasukan ke dalam photobook. Sebuah media untuk mengkompilasi foto-foto. Media seperti ini dulu dikenal dengan nama album foto. Namun, photobook tentu lebih artistik dan futuristik.
Share on Google Plus

About Windi Ariska

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.