Terapi Anak Terlambat Bicara

Pada umumnya anak yang dilahirkan hendaknya menguasai bahasa yang digunakan oleh orang tuanya. Kemampuan anak untuk menguasai bahasa orang tuanya disebut dengan pemerolehan bahasa pertama. Pemerolehan bahasa pertama pada anak merujuk pada bahasa yang digunakan oleh orang tua anak itu sendiri. Sebagai contoh orang tua yang berinteraksi dengan anaknya menggunakan bahasa indonesia akan menggunakan bahasa indonesia pula. Bahasa indonesia yang diperoleh anak tersebut disebut dengan pemerolehan bahasa pertama. Pemerolehan bahasa akan diperoleh dengan baik apabila sistem perolehan bahasa pada anak baik secara internal dan eksternal mendukung. Kurangnya dukungan kedua aspek tersebut mampu membuat anak mengalami keterlambatan menguasai aspek – aspek yang termasuk keterampilan berbahasa bahkan memungkinkan anak terlambat bicara.


Apabila terjadi anak terlambat bicara. Maka upaya yang dapat dilakukan oleh para orang tua adalah melakukan terapi untuk membuat anak dapat berbicara. Terapi ini dapat dilakukan dengan melatih anak mengucapkan berbagai kata melalui terapi wicara. Terapi wicara ini dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada anak mengucapkan banyak kata. Banyaknya kata yang dilatihkan tersebut diharapkan mampu disimpan dalam Wernicke maupun broca, sehingga ketika suatu waktu ada rangsangan untuk mengeluarkan kata – kata yang disimpan dapat dikeluarkan. 

Dampaknya anak akan mampu berkomunikasi secara verbal. Pada perkembangan bahasa anak, biasanya dapat diketahui usia anak yang sesuai dengan kemampuan maupun penguasaan bahasanya. Selain itu, mengkonsumsi susu dancow dapat menjadi solusi untuk mampu membuat anak tidak mengalami keterlambatan berbicara.

Dengan demikian, pemerolehan bahasa pada anak mampu mengatasi anak terlambat bicara. Pemerolehan bahasa pertama pada anak merujuk pada bahasa yang digunakan oleh orang tua anak itu sendiri. Bila pun terjadi keterlambatan berbicara, upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan terapi, yaitu terapi wicara. Terapi wicara ini dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada anak mengucapkan banyak kata. Banyaknya kata yang dilatihkan tersebut diharapkan mampu disimpan dalam Wernicke maupun broca, sehingga ketika suatu waktu ada rangsangan untuk mengeluarkan kata – kata yang disimpan dapat dikeluarkan. Jadi, lakukanlah hal apapun untuk membuat anak dapat berbicara dengan normal sesuai dengan usianya.
Share on Google Plus

About Windi Ariska

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.