Jangan Paksakan Perkembangan Anak



Anak pintar, cerdas dan berperilaku baik adalah impian semua orang tua. Beragai macam cara dan metode pendidikan dan pengasuhan diterapkan pada saat tumbuh kembang anak sedini mungkin. Namun apakah yang kita lakukan itu sudah tepat? Apakah benar anak memerlukan cara atau metode tersebut untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya? Nah, untuk itu mari kita simak beberapa hal yang sebenarnya kurang tepat dilakukan oleh orang tua saat tumbuh kembang anak berlangsung.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berkembang di masyarakat yang terkadang kurang tepat kita terapkan saat tumbuh kebang anak. Alih – alih mendapat pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, kita malah akan merusak tatanan tumbuh kembang anak.

1. Fokus untuk mengembangkan otak bayi sejak dini

Mitos yang berkembang di masyarakat adalah kita harus mengembangkan otak bayi sedini mungkin agar pertumbhannnya optimal. Padahal otak akan berkembang di tiga tahun pertama kehidupannya dan akan tetap berkembang setelahnya walaupun kecepatan perkembangannya menurun. Sehingga kita kitak perlu terburu – buru memberikan stimulus dan menerapkan berbagai metode pada bayi. Bahkan stimulus yang dibutuhkan oleh anak pun dapat bersifat natural seperti suara, ajakan berkomunikasi dengan orang tua, bahkan nyayian sang ibu pun dapat menjadi stimulus bagi perkembangan otak anak. sehingga kita tidak perlu memberinya stimulus berlebihan yang pada akhirnya terkesan memaksakan perkembangan otaknya.

2. Jangan terburu – buru menvonis jika tumbuh kembangnya terlambat

Tumbuh kembang anak memang berbeda pada setiap individu, sehingga jika ada anak yang mengalami keterlambatan pada prosestumbuh kembangnya janganlah terburu – buru memfonis ada kelainan di dirinya, sehingga ia mendapatkan berbagai macam steatmen yang pada akhirnya akan membebani anak itu sendiri. Sebagai contoh jika anak anda belum dapat berbicara pada usia 2-3 tahun, anada tidak perlu terlalu khawatir mungkin ia hanya kekurangan stimulus, maka ajaklah ia berkomunikasi sesering mungkin, ataupun tahapan tumbuh kembang sebelumnya beum terpenuhi.biasanya keterampilan berbicara akan berkembang jika keterampilan motoriknya terpenuhi, nah ajak lah anak anda bermain sebanyak mungkin hindarkan dari V atau gadget sehingga ia bergerak aktif sambil terus mengajaknya berkomunikasi.

Jika kita melakukan berbagai traetmen dan memberi banyak stimulus pada anak, bisa jadi hal tersebut dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak tersebut.
Share on Google Plus

About Windi Ariska

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.